Home / Berita / Kecewa Jawaban PT.GMP, FMPK Berencana Unjuk Rasa

Kecewa Jawaban PT.GMP, FMPK Berencana Unjuk Rasa

Ketua Forum Masyarakat Peduli Kampung (FMPK) Kabupaten Lampung Tengah, Rudianto, mengacu kecewa atas jawaban pihak PT. Gunung Madu Plantation (GMP), atas permohonan klarifikasi yang dimintakan pihaknya. Ini diutarakannya dalam rilisnya, Sabtu (08/05/2021).

Sebelumnya FMPK mengirimkan surat tanggal 5 April 2021 yang diterima langsung bagian humas GMP, meminta klarifikasi atas tindakan PT. GMP yang melakukan budidaya singkong di lahan HGU.

Menurut Rudianto, pihaknya meminta klarifikasi mengapa GMP menanam singkong, padahal izin usahanya adalah tanaman tebu. Sebagai warga sekitar PT GMP, khususnya kecamatan Terusan Nunyai, pihaknya merasa tidak pernah dimintakan persetujuan GMP untuk melakukan budidaya singkong.

Rudi menambahkan tindakan GMP menanam singkong tersebut diduga tidak memiliki izin usaha. Menurutnya untuk perubahan jenis tanaman atau diversifikasi tanaman yang diusahakan berdasarkan Pasal 33 dan Pasal 35 Peraturan Menteri Pertanian RI Nomor 98/Permentan/OT.140/9/2013 tentang Pedoman Perizinan Berusaha Perkebunan, perubahan tersebut harus mendapatkan persetujuan Gubernur atau Bupati sesuai kewenangannya.

Untuk mendapatkan persetujuan Gubernur atau Bupati, sebelumnya harus terlebih dahulu mendapatkan izin lingkungan, yang di dalamnya terdapat unsur persetujuan masyarakat sekitar. Menurut Rudi masyarakat sekitar GMP sampai saat ini tidak pernah diminta persetujuannya oleh GMP untuk penanaman singkong tersebut.

Rudianto menjelaskan dahulunya lahan HGU GMP adalah tanah adat. Kemudian oleh masyarakat dilepaskan dan dijadikan HGU untuk budidaya tebu. Masyarakat menyetujuinya karena diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.

“Akan tetapi tindakan GMP menanam singkong sekarang justru memukul ekonomi masyarakat, apalagi di tengah harga singkong yang anjlok saat ini” urai Rudianto. Tindakan GMP menanam singkong diyakini akan semakin membuat banjir produksi singkong dan akan membuat harga singkong terus terpuruk.

PT. GMP sendiri menjawab permintaan klarifikasi dari FMPK melalui surat tanggal 30 April 2021 yang ditandatangani langsung direkturnya, Lim Poh Ching. Dalam jawabannya, Direktur GMP mengatakan penanaman singkong untuk memutus siklus hama penyakit tanaman, dan sudah mendapat izin pemerintah.

Atas jawaban PT GMP tersebut, Rudianto mengatakan pihaknya menerima aspirasi warga yang meminta melakukan unjuk rasa langsung ke perusahaan. Rudianto menambahkan, warga tidak puas atas jawaban tersebut.

“Karena tidak menjelaskan lebih jauh hama penyakit apa, luas singkong yang ditanam berapa, izinnya juga tidak dilampirkan, panennya untuk siapa”, urai Rudi. Atas keinginan warga yang hendak unjuk rasa pihaknya merencanakan akan membahasnya sesudah lebaran idul fitri. (red)

About admin-hukum1926

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 36 = 39