Home / Artikel / Kekhilafan atau Kekeliruan Nyata dari Majelis Hakim Dalam Menjatuhkan Putusan

Kekhilafan atau Kekeliruan Nyata dari Majelis Hakim Dalam Menjatuhkan Putusan

Dalam menjatuhkan putusan terhadap suatu perkara di persidangan, tidak menutup kemungkinan terdapat kekhilafan atau kekeliruan yang dijalukan majelis hakim. Hal ini dapat dijadikan alasan untuk melakukan upaya hukum, baik kasasi maupun peninjauan kembali.

Tentunya sebelum mengambil langkah upaya hukum tertentu, perlu dipahami pengertian dari kekhilafan atau kekeliruan dalam putusan.

Terminologi “kekhilafan” merupakan salah satu istilah yang bersifat universal dan sering dijumpai dan dipergunakan dalam rumusan peraturan perundang-undangan di semua Negara baik dalam bidang Perdata maupun Pidana. Bahwa pengertian umum kekhilafan menurut teori dan praktik hukum adalah:

  • Salah satu cacat pertimbangan atau perbuatan (an error or defect of judgment or of conduct), atau;
  • Tidak sempurna pertimbangan putusan yang diambil (incomplete judgments), atau;
  • Putusan atau tindakan yang diambil atau dilakukan menyimpang dari ketentuan yang semestinya (any deviation), bahkan;

Pertimbangan yang ringkas (shortcoming) yang tidak cermat dan menyeluruh dikualifikasikan sebagai putusan yang mengandung kekhilafan. Bahwa dengan demikian, kekurangcermatan dan kekuranghati-hatian (redelijk dan behoorlijk) dalam mempertimbangkan faktor-faktor dan aspek-aspek yang relevan dan penting dalam suatu perkara dapat dikualifikasikan sebagai kekhilafan yang mengabaikan pelaksanaan fungsi mengadili dan memutuskan perkara;

Bahwa dalam prinsip umum pertanggungjawaban mengadili (under general liability principle of judiciary), kekhilafan dianggap sebagai suatu bentuk pelanggaran terhadap asas implementasi hukum, untuk itu suatu putusan yang mengandung pelanggaran asas implementasi adalah putusan yang menyimpang;

Sesuai dengan ketentuan Pasal 197 ayat (1) KUHAP, bahwa isi di dalam sebuah putusan pengadilan perkara pidana harus memuat 12 bagian. Diantara 12 bagian tersebut terdapat 10 bagian yang sifatnya imperatif, yang bila tidak dimuat putusan terancam batal demi hukum. Oleh sebab itu tanpa memuat salah satu di antara 10 bagian tersebut, merupakan kekhilafan Hakim. Hanya dua bagian saja bila tidak dimuat, tidak terancam batal demi hukum. Meskipun tidak disebut akibat hukumnya, sebagaimana pada 10 bagian yang disebut pertama. Namun bila dua bagian putusan yang dimaksud tidak dimuat, putusan tersebut dapat diperbaiki oleh upaya hukum biasa;

Kekhilafan Hakim atau kekeliruan yang nyata dapat terjadi di dalam putusan tersebut, in casu dalam hal yang berhubungan dengan alasan mengajukan permohonan peninjauan kembali, yang terpenting adalah kekhilafan pada bagian pertimbangan hukum dan pada amar putusan sebagaimana dalam Pasal 197 ayat (1) huruf d dan huruf h KUHAP;

Bahwa bagian pertimbangan hukum dan amar putusan merupakan nyawa atau jiwa dan spirit yang sebenarnya dari suatu putusan pengadilan. Dapat juga disebut mahkotanya putusan. Baik buruknya putusan pengadilan dapat diukur dari pertimbangan hukum putusan dan amar yang ditarik berdasarkan pertimbangan hukumnya tersebut. Terdapat hubungan yang sangat erat antara isi pertimbangan hukum dengan amar putusan yang ditarik. Amar putusan harus didasarkan pada petimbangan hukum. Amar putusan tidak boleh menyimpang dari pertimbangan hukumnya. Isi amar harus mempunyai dasar dalam pertimbangan hukum putusan;

Kekhilafan Hakim atau kekeliruan yang nyata yang menyangkut pertimbangan hukum dan amar putusan, dapat disebabkan oleh beberapa hal atau keadaan, diantaranya berikut ini:
a. Pertimbangan hukum putusan maupun amarnya yang secara nyata bertentangan dengan azas-azas hukum dan norma hukum;
b. Amar putusan yang sama sekali tidak didukung oleh pertimbangan hukum;

Tiap bunyi amar harus mempunyai dasar pertimbangan dalam putusan; Apabila pertimbangan hukumnya tidak mendukung amar yang ditarik dalam putusan, putusan itu merupakan putusan memperlihatkan kekhilafan hakim atau kekeliruan yang nyata;

About admin-hukum1926

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 + 2 =