Sabtu , Oktober 19 2019
Home / Aktivitas / PA Sukadana Sosialisasikan E-court kepada Para Advokat

PA Sukadana Sosialisasikan E-court kepada Para Advokat

Pengadilan Agama (PA) Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, mengadakan sosialisasi dan simulasi e-court, administrasi perkara dan sidang di pengadilan secara elektronik, Jum’at, 20 September 2019. Kegiatan ini dilangsungkan di salah satu ruang sidang di gedung sementara PA Sukadana di lingkungan Islamic Center Lampung Timur. Acara sosialisasi ini diselenggarakan PA Sukadana bekerjasama dengan beberapa organisasi advokat, antara lain PERADI, KAI, PERADIN, dan PAI.

Kegiatan sosialisasi dibuka langsung oleh Ketua PA Sukadana, Erna Resdya, SHI, ME. Turut hadir wakil ketua PA Sukadana, para hakim, panitera/pegawai PA Sukadana, dan dihadiri beberapa advokat dari berbagai organisasi advokat.

Dalam sambutannya Erna Resdya menyampaikan, sistem peradilan secara ekektronik (e-court) berlandaskan Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 1 Tahun 2019. Perma No.1 Tahun 2019 tentang Administrasi Perkara dan Persidangan di Pengadilan Secara Elektronik merupakan penyempurnaan dari Perma No.3 Tahun 2018 tentang Administrasi Perkara di Pengadilan Secara Elekronik.

Erna Resdya juga menyampaikan rasa bangganya karena PA Sukadana sebagai pengadilan yang baru dibentuk di akhir tahun 2018, menjadi pengadilan dengan pendaftaran perkara melalui e-court terbanyak se-Pengadilan Tinggi Agama Bandar Lampung. Hingga tanggal 18 September 2019 sudah tercatat sebanyak 164 perkara yang didaftarkan melalui e-court. Jumlah ini merupakan terbesar ketiga untuk seluruh Sumatera. “Ini merupakan kebanggan bagi kita semua”, ujar Erna.

Sementara itu dalam acara sosialisasi, DR. Rio Satria, SHI, ME.Sy, salah satu hakim di PA Sukadana, memaparkan jika Perma No.3 Tahun 2018 sebelumnya hanya mengatur tentang administrasi perkara secara elektronik. Ketentuan ini disempurnakan dengan Perma No.1 Tahun 2019 dengan adanya ketentuan persidangan secara elektronik (e-litigasi).

Pihak yang dapat menggunakan layanan ini juga diperluas. Jika sebelumnya yang dapat menggunakan e-court adalah advokat sebagai pengguna terdaftar, sekarang diperluas dengan adanya pengguna lain. Pengguna lainnya ini meliputi jaksa pengacara negara, biro hukum pemerintah/TNI/Polri, kejaksaan, direksi/pengurus atau karyawan yang ditunjuk badan hukum, dan kuasa insidentil.

Meski demikian Rio Satria menjelaskan untuk persidangan secara elektronik aplikasinya masih dalam proses penyempurnaan. Menurut Rio Satria, Ketua Mahkamah Agung mentargetkan sidang secara elekronik (e-litigasi) mulai dapat dijalankan di Januari 2020. Rio Satria mengungkapkan saat ini masih dalam proses penyempurnaan mekanisme, khususnya untuk pembuktian, yakni pemeriksaan saksi atau ahli.

Rio Satria mengungkapkan pelaksanaan sistem e-court ini ditujukan untuk mendukung peradilan yang cepat, akuntabel, transparan, dan berbiaya murah. “Sistem ini mengurangi interaksi petugas pengadilan dengan pencari keadilan, yang diharapkan dapat mengurangi praktek KKN di peradilan”, ungkap Rio.

About admin-hukum1926

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 + 2 =