Sabtu , Oktober 19 2019
Home / Artikel / Perubahan Perma Gugatan Sederhana, Peluang Bagi Lembaga Pembiayaan Selesaikan Sengketa Kredit Dengan Cepat

Perubahan Perma Gugatan Sederhana, Peluang Bagi Lembaga Pembiayaan Selesaikan Sengketa Kredit Dengan Cepat

*Masyhuri Abdullah (Advokat/Ketua LBH Nahdlatul Ulama Lampung Timur)

Pada tanggal 6 Agustus 2019 lalu, Mahkamah Agung telah mengeluarkan Peraturan Mahkamah Agung (Perma) No.4 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2015 tentang Tata Cara Penyelesaian Gugatan Sederhana (GS). Perma ini merupakan jawaban atas berbagai keluhan dan masukan masyarakat atas pelaksanaan Perma No.2 Tahun 2015. Terdapat beberapa perbaikan mendasar dalam Perma terbaru, khususnya tentang nilai kerugian, domisili para pihak, dan mekanisme eksekusi putusan.

Perma ini tentunya menjadi peluang bagi lembaga pembiayaan, baik bank maupun non bank. Karena memang sepertinya dari awal pemberlakukan perma ini ditujukan untuk memberikan kepastian hukum bagi kalangan dunia usaha, khususnya lembaga pembiayaan yang banyak menjalankan praktek perjanjian kredit namun sulit mendapatkan haknya sewaktu kreditur gagal bayar. Dengan mekanisme gugatan sederhana sengketa dapat diselesaikan dalam waktu lebih kurang satu bulan. Bagi dunia usaha, kepastan hukum dengan proses yang cepat, mudah, dan biaya ringan, menjadi faktor penentu untuk menambah nilai investasinya.

Dalam Perma No.4 Tahun 2019, nilai kerugian materiil dalam sengketa yang bisa diselesaikan dengan mekanisme gugatan sederhana ditingkatkan menjadi maksimal Rp 500 juta. Sebelumnya kerugian maksimal yang dapat diselesaikan dengan mekanisme ini hanya Rp 200 juta.

Perubahan penting lainnya adalah mengenai domisili penggugat. Jika dalam Perma sebelumnya, antara penggugat dan tergugat harus berdomisili dalam satu wilayah pengadilan negeri. Dalam Perma terbaru, jika penggugat berbeda domisili pengadilan dengan tergugat, maka penggugat dapat menunjuk kuasa, kuasa insidentil atau wakil yang memiliki domisili yang sama dengan tergugat. Tentunya ini memberikan peluang yang lebih luas bagi penggugat karena dalam Perma sebelumnya menutup peluang masyarakat mengajukan gugatan dengan mekanisme ini jika domisilinya berbeda dengan yang digugat. Meski demikian ada aturan yang tetap tidak dirubah yakni dalam persidangan penggugat tetap diwajibkan hadir.

Perma GS terbaru ini juga sudah memberikan ruang untuk mendaftarkan gugatan secara elektronik. Tentunya yang dapat melakukan ini jika gugatan didaftarkan oleh advokat.

Hal penting lainnya, adalah sudah diaturnya mengenai penetapan sita jaminan oleh hakim atas permintaan penggugat. Sita jaminan penting agar gugatan tidak sia-sia atau ada jaminan pembayaran dari aset yang disita jika gugatan dikabulkan.

Sementara untuk pelaksanaan putusan atau eksekusi putusan, perma ini juga sudah mengaturnya. Setelah putusan dinyatakan berkekuatan hukum tetap (inkracht) dan tidak dilaksanakan secara sukarela oleh tergugat, penggugat dapat mengajukan permohonan eksekusi putusan. Terhadap permohonan ini Ketua Pengadilan harus mengeluarkan penetapan aanmaning maksimal 7 hari setelah menerima permohonan eksekusi. Dan paling lambat 7 hari setelah penetapan aanmaning sudah harus ditetapkan tanggal pelaksanaan aanmaning.

Aturan menganai pelaksanaan putusan ini terbilang cukup maju, karena dalam hukum acara biasa tidak diatur ketentuan waktu pelaksanaan aanmaning. Terkadang masyarakat yang memohon eksekusi putusan ke Ketua Pengadilan tidak mendapatkan kepastian kapan permohonannya dipenuhi oleh ketua pengadilan. Semua bergantung kepada waktu atau jadwal dari ketua pengadilan dapat melakukannya.

Dengan terbitnya aturan perubahan mekanisme penyelesaian sengketa dengan gugatan sederhana ini, diharapkan tingkat kepercayaan masyarakat untuk menyelesaikan sengketa melalui pengadilan lebih meningkat. Karena adanya mekanisme ini membuat sengketa dapat selesai dalam tempo singkat dengan biaya murah dan prosedur sederhana.

About admin-hukum1926

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

95 − 94 =