Sabtu , Oktober 19 2019
Home / Artikel / Notaris Harus Mengacu Permen PUPR Terbaru dalam Pembuatan Akta Pengikatan Jual Beli (PPJB) Rumah atau Rumah Susun

Notaris Harus Mengacu Permen PUPR Terbaru dalam Pembuatan Akta Pengikatan Jual Beli (PPJB) Rumah atau Rumah Susun

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia, belum lama mengeluarkan Peraturan Menteri (Permen) PUPR Nomor 11/PRT/M/2019 tentang Sistem Perjanjian Pendahuluan Jual Beli Rumah. Permen ini ditandatangani Menteri PUPR, M. Basuki Hadimuljono, tanggal 12 Juli 2019. Permen ini mengatur tentang penjualan rumah atau rumah susun oleh pengembang kepada masyarakat.

Beberapa hal pokok yang memiliki prinsip perlindungan bagi konsumen pembeli rumah diatur di dalam aturan ini. Ini merupakan upaya pemerintah memberikan perlindungan hukum bagi masyarakat selaku pembeli rumah atau rumah susun.

Di antaranya adalah adanya kewajiban perjanjian pengikatan jual beli (PPBJ) dibuat dalam bentuk akta notaris. PPJB merupakan perjanjian pendahuluan sebelum pembelian rumah dinyatakan lunas dan dibuat akta jual beli.

Perjanjian jual beli yang dibuat dalam bentuk akta yang memiliki nilai pembuktian yang sempurna, jika ada pihak yang cedera janji, tidak dapat lagi mengelak dari kewajiban yang sudah ditentukan. Ini juga untuk menghindari PPJB yang hanya memuat klausula baku yang biasanya menguntungkan penjual, karena posisi pembeli yang tidak bebas.

Sebelumnya banyak pengembang perumahan yang hanya membuatkan perjanjian pengikatan jual beli di bawah tangan, tidak dalam bentuk akta notaris. Ketentuan di dalamnya juga tidak menjamin perlindungan hak-hak pembeli. Sehingga tidak heran banyak kasus pembeli yang dirugikan tidak mendapatkan uang kembali, sewaktu pengembang tidak bisa membangun rumah yang dijanjikan. Atau membangun dalam waktu yang lebih lama dari perjanjian awal, padahal pembeli sudah mencicil atau membayar lunas. Akibatnya banyak kasus wanprestasi penjualan rumah ini kemudian berujung ke laporan penipuan atau penggelapan di kepolisian.

Dalam Permen ini sebelum membuat PPBJ, pengembang perumahan diwajibkan telah membangun minimal 20% dari total keseluruhan pembangunan perumahan dan fasilitas umumnya yang telah direncanakan. Juga segala macam perizinan harus telah dipenuhi oleh pengembang sebelum melakukan penjualan ke konsumen.

Pengembang juga wajib mengembalikan seluruh dana yang sudah dibayarkan jika konsumen menghendaki apabila dalam waktu yang sudah disepakati rumah belum selesai dibangun. Sementara jika konsumen yang cedera janji tidak memenuhi kewajiban pembayaran, jika terdapat pembatalan pembelian, pengembang berhak memotong 10 persen dana yang dibayarkan konsumen jika pembeli sudah membayar lebih dari 10 persen. Sedangkan jika pembeli baru membayar 10 persen atau kurang, maka semua dana yang dibayar tersebut menjadi hak penjual.

Berlakunya Permen ini tentunya harus menjadi perhatian bagi notaris, pejabat yang berwenang untuk membuat akta perjanjian pengikatan jual beli. Dalam lampiran Permen berupa petunjuk materi muata PPJB, sudah dirincikan pokok-pokok perjanjian yang harus dituangkan dalam akta PPJB. Ini yang harus diperhatikan oleh notaris, sebab jika isi akta PPJB nya berbeda dengan ketentuan Permen ini, akta tersebut batal demi hukum.

Lihat:http://hukum1926.id/2019/08/peraturan-menteri-pupr-nomor-11-prt-m-2019-tentang-sistem-perjanjian-pendahuluan-jual-beli-rumah/

Notaris tentunya harus benar-benar menerapkan prinsip dalam pembuatan akta. Para pihak harus diterangkan secara jelas terlebih dahulu ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam akta sebelum ditandatangani. Sehingga tidak ada lagi pembeli yang merasa terpaksa ketika melakukan penandatangan akta PPJB.

Berlakunya Permen ini juga sekaligus mencabut Keputusan Menteri Negara Perumahan Rakyat Nomor 11/KPTS/1994 tentang Pedoman Perikatan Jual Beli Satuan Rumah Susun, dan Keputusan Menteri Negara Perumahan Rakyat Nomor 09/KPTS/M/1995 tentang Pedoman Pengikatan Jual Beli Rumah.

*MASYHURI ABDULLAH
(Advokat & Ketua LBH Nahdlatul Ulama Lampung Timur)

About admin-hukum1926

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 37 = 39