Home / Berita / DARI MANA SUMBER DAFTAR CALON PEMENANG LELANG PROYEK PEMKAB MESUJI?

DARI MANA SUMBER DAFTAR CALON PEMENANG LELANG PROYEK PEMKAB MESUJI?

Dari persidangan di Pengadilan Negeri Tanjung Karang dalam perkara suap di Pemkab Mesuji, terungkap fakta adanya list calon pemenang lelang sebelum lelang dilangsungkan. Persidangan dengan terdakwa Kardinal dan Sibron Azis ini merupakan tindak lanjut dari operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK tanggal 23 Januari 2019. Kardinal dan Sibron Azis didakwa memberikan suap berupa fee proyek dengan total sekitar 1,6 miliar rupiah kepada Bupati Mesuji, Khamamik, dan PPK Bina Marga, Wawan Suhendra.

Dalam persidangan jaksa penuntut umum (JPU) dari KPK mengungkapkan barang bukti berupa daftar nama calon pemenang lelang proyek APBD dan APBDP di Pemkab Mesuji TA 2018. Beberapa orang saksi yang dihadirkan dalam sidang membenarkan adanya bukti tersebut, antara lain Wawan Suhendra (PPK/Sekdis PUPR), Jefrey Herlangga (Pokja ULP), dan Luthfi Mediansyah (PPTK).

Hanya saja sejauh ini dari 5 kali sidang dengan agenda keterangan saksi, belum dapat dipastikan sumber list calon pemenang lelang tersebut. Wawan Suhendra dalam kesaksiannya mengatakan daftar nama tersebut hasil pembahasan bertiga antara dirinya dengan Bupati Khamamik dan Kadis PUPR, Najmul Fikri. Hanya saja, Najmul Fikri dalam sidang tanggal 25 April 2019, membantah keterangan Wawan tersebut.

Menurut Najmul Fikri, pertemuan dengan Khamamik dan Wawan Suhendra tidak membahas list pemenang lelang tersebut. Najmul Fikri mengatakan Khamamik malah menekankan agar lelang dan pelaksanaan pekerjaan dilakukan dengan baik dan sesuai aturan. Khamamik juga meminta agar dilakukan kerjasama dengan Deputi Pencegahan KPK dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa.

Sementara itu Luthfi Mediansyah dalam sidang tanggal 29 April membenarkan adanya list tersebut. Hanya saja list tersebut bersumber dari Wawan Suhendra. Luthfi menjelaskan jika Wawan menunjukkan di laptopnya daftar paket dan nama-nama pemenang untuk APBD 2018, sebelum pelaksanaan lelang. Luthfi lantas memfoto daftar tersebut dan memberikannya kepada Jefrey selaku pokja lelang (ULP) untuk ditindaklanjuti.

Keterangan Luthfi ini sejalan dengan keterangan Jefrey Herlangga dalam sidang tanggal 15 April. Dalam kesaksiannya Jefrey menjelaskan pernah dikirim foto melalui pesan Whatsapp oleh Luthfi daftar paket proyek dan nama-nama yang akan mengerjakannya. Menurut Jefrey, daftar itu didapat Luthfi dari Wawan.

Sementara untuk paket APBDP 2018, Jefrey mengatakan mendapatkan daftar paket pengadaan dalam selembar kertas dari Wawan. Oleh Wawan Jefrey lantas diminta menuliskan di kertas tersebut nama-nama yang akan mengerjakan paket tersebut.

Dari keterangan saksi-saksi tersebut, hanya Wawan yang menyebutkan jika daftar paket dan nama yang akan mengerjakannya di buat bersama Khamamik. Tentunya akan menarik di dalam persidangan selanjutnya sewaktu Khamamik dijadikan saksi, akankah dia membenarkan klaim dari Wawan tersebut. Ataukah sebaliknya? (red)

About admin-hukum1926

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

13 − 11 =