Home / Berita / List Calon Pemenang Proyek Mesuji Ada di Laptop PPK

List Calon Pemenang Proyek Mesuji Ada di Laptop PPK

Bandar Lampung, hukum1926.id – Dalam persidangan kasus suap di Pemkab Mesuji dengan terdakwa Sibron Azis dan Kardinal selaku pemberi suap, terungkap jika daftar nama-nama calon pemenang lelang sudah ditentukan. Hal ini diungkapkan oleh saksi Luthfi Mediansyah, selaku Kasi Jalan di dinas PUPR Kabupaten Mesuji dalam sidang di Pengadilan Negeri Tanjung Karang, Senin 29 April 2019.

Luthfi yang juga merupakan PPTK Peningkatan Jalan di bidang Bina Marga menyebut daftar pekerjaan dan calon pemenangnya ada di laptop Wawan Suhendra, PPK di Bina Marga Kabupaten Mesuji. Luthfi mengungkapkan, dalam pertemuannya dengan Wawan, dia ditunjukkan list tersebut yang kemudian difotonya menggunakan ponsel miliknya.

Luthfi menyebut ada 16 list nama calon pemenang, terdapat nama Polda, Kejati, Kejari, Taufik Hidayat, dan beberapa nama lainnya. Menurut Luthfi nama-nama tersebut pada akhirnya yang menjadi pemenang lelang di bidang yang menjadi tanggung jawabnya. Meski demikian Luthi mengatakan pada akhirnya yang melaksanakan pekerjaan dengan list Polda adalah terdakwa Sibron selaku pemilik perusahaan dan Kardinal sebagai pelaksana lapangannya.

Menurut Luthi selaku PPTK Peningkatan Jalan, 16 paket pekerjaan tersebut merupakan tanggung jawabnya. Cara memenangkan nama-nama yang ada dalam list yakni dengan menyerahkan list yang sudah difoto tersebut kepada Pokja Unit layanan Pengadaan (ULP) yang melakukan lelang. Selain itu Luthfi juga menyerahkan HPS kepada nama-nama dalam list agar mengajukan penawaran mendekati HPS.

Sementara ketika ditanya Jaksa Penuntut Umum (JPU), apakah daftar nama tersebut berasal dari Bupati Mesuji, Khamamik, Luthfi menjawab tidak tahu. “Saya taunya itu dari Bang Wawan, saya ditunjukkan di laptop dalam bentuk excell dan saya minta izin memfoto”, terang Luthfi. “Habis itu foto itu saya serahkan kepada Jefrey selaku pokja yang akan melakukan lelang”, tambahnya.

Dalam kesaksiannya, Luthfi juga mengungkapkan pernah ditugasi Wawan menemui Kardinal untuk menyampaikan permintaan fee proyek. “Waktu itu sebelum lelang, bulan April, saya menemui Kardinal di rumahnya di Bandar Lampung, menyampaikan permintaan fee dari PPK sebesar 15%”, terang Luthfi. Luhfi menceritakan selanjutnya Kardinal menelpon Silvan Fitriando, orang kepercayaan Sibron Azis, dan dari pembicaraan telpon dinyatakan kesanggupan fee sebesar 12 persen oleh Silvan.

“Waktu itu Silvan menyanggupi fee sebesar 12 persen setelah pajak”, tambah Luthfi. Menurut Luthfi selanjutnya dia melaporkan pembicaraannya dengan Kardinal dan Silvan tersebut kepada Wawan Suhendra. “Sesudah itu saya tidak tahu lagi bagaimana realisasi fee tersebut”, ujar Luthfi. (red)

About admin-hukum1926

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 52 = 57