Home / Berita / Kuota Jalur Zonasi Penerimaan Siswa Baru Tahun ini 90 Persen

Kuota Jalur Zonasi Penerimaan Siswa Baru Tahun ini 90 Persen

hukum1926.id – Sebentar lagi pendaftaran masuk sekolah akan dimulai. Tentunya orang tua menginginkan anaknya masuk ke sekolah yang kualitasnya baik. Sehingga tidak jarang terjadi penumpukan jumlah pendaftar di sekolah tertentu.

Untuk mengatasi hal itu saat ini sudah terbit aturan baru penerimaan siswa baru dengan sistem zonasi. Jalur zonasi saat ini menjadi prioritas, dengan kuota minimal 90% dari daya tampung sekolah.

Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan. Permendikbud ini diterbitkan tanggal 31 Desember 2018 lalu, menggantikan Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018.

Berdasarkan pasal 16 Permendikbud tersebut terdapat tiga jalur pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB). Yakni, zonasi, prestasi, dan perpindahan tugas orangtua/wali.

Kuota dari jalur zonasi paling besar yakni minimal 90% dari daya tampung sekolah. Sementara porsi jalur prestasi maksimal 5% dan perpindahan tugas orangtua/wali maksimal juga 5%.

Kuota 90% dari jalur zonasi tersebut, di dalamnya termasuk kuota bagi peserta didik tidak mampu dan anak penyandang disabilitas. Untuk perserta didik tidak mampu diwajibkan minimal 20% dari daya tampung sekolah.

Zonasi ini ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat. Tujuan sistem zonasi ini agar siswa dapat sekolah di sekolah yang dekat dengan tempat tinggalnya.

Untuk verifikasi tempat tinggal calon siswa berdasarkan alamat pada kartu keluarga yang diterbitkan paling lama satu tahun sebelum pendaftaran PPDB.

Kartu keluarga dapat diganti dengan surat keterangan domisili dari rukun tetangga (RT) atau rukun warga (RW) yang dilegalisir lurah atau kepala desa setempat. Legalisir itu menerangkan bahwa peserta didik yang bersangkutan telah berdomisili minimal satu tahun sejak dioterbitkannya surat keterangan domisili.

Sementara penerimaan dari jalur prestasi ditentukan berdasarkan nilai ujian sekolah berstandar nasional atau UN. Juga dengan dasar hasil perlombaan atau penghargaan dibidang akademik maupun nonakademik pada tingkat internasional, tingkat nasional, provinsi, dan kapupaten/kota.

Sedangkan penerimaan dari jalur perpindahan tugas orangtua syaratnya antara lain menunjukkan surat penugasan perpindahan tugas dari instansi, lembaga, kantor atau perusahaan yang mempekerjakannya. (red)

About admin-hukum1926

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

60 − 57 =