Home / Berita / Fintech Illegal, Dihentikan Satu Tumbuh Seribu

Fintech Illegal, Dihentikan Satu Tumbuh Seribu

hukum1926.id – Jumlah fintech peer to peer (P2P) lending ilegal yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang sudah dihentikan Satgas Waspada Investasi sebanyak 803 aplikasi. Tercatat sepanjang tahun 2018 terdapat 404 fintech illegal yang dihentikan kegiatannya, dan di tahun 2019 suah sebanyak 399 buah.

Sejumlah fintech ilegal tersebut ditemukan melalui penelusuran di website dan aplikasi di Google Playstore, dibandingkan dengan fintech yang sudah terdaftar di OJK. Satgas Waspada Innvestasi menemukan fakta meskipun sudah dilakukan operasi penghentian fintech ilegal, namun tetap saja ada fintech ilegal baru yang bermunculan.

Sementara aplikasi yang legal yang juga dihentikan operasionalnya sebanyak 47 unit. Ini disebabkan investasi yang dijalankan tidak berizin atau dilarang.

Menurut ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam Lumban Tobing, penawaran investasi ilegal sangat membahayakan masyarakat. Pelaku memanfaatkan kekurangpahaman masyarakat mengenai investasi yang diizinkan. Pada akhirnya banyak dana masyarakat yang sudah disetorkan dalam bentuk investasi tidak dapat dipertanggungjawabkan pengembaliannya.

Untuk mencegah hal tersebut, Satgas menghimbau masyarakat untuk memperhatikan tiga hal berikut sebelum berinvestasi. Pertama, memastikan pihak yang menawarkan investasi memiliki izin dari otoritas yang berwenang.

Kedua, memastikan pihak yang menawarkan produk investasi memiliki izin dalam menawarkan produk investasi atau tercatat sebagai mitra pemasar.

Ketiga, memastikan pencantuman logo instansi atau lembaga pemerintah dalam media penawarannya telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sedangkan untuk mengetahui daftar perusahaan yang tidak memiliki izin dari otoritas berwenang, masyarakat dapat mengakses Investor Alert Portal pada www.sikapiuangmu.ojk.go.id.

Masyarakat juga dapat berpartisipasi dalam pelaporan ketika menemukan tawaran investasi yang mencurigakan melalui kontak OJK 157, email konsumen@ojk.go.id atau waspadainvestasi@ojk.go.id.

About admin-hukum1926

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 79 = 85