Home / Berita / P2TP2A Lamtim Desak Polres Lamtim Tangkap Penikmat Prostitusi Anak

P2TP2A Lamtim Desak Polres Lamtim Tangkap Penikmat Prostitusi Anak

Mariah, SH, M.Kn, Ketua P2TP2A Lampung Timur

Sukadana, hukum1926.id – Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Lampung Timur mendesak Polres Lamtim mengungkap dan menangkap semua pihak yang telibat dalam prostitusi anak. Ini disampaikan oleh Mariah, Ketua P2TP2A Lamtim, dalam rilisnya, menyikapi tertangkapnya tersangka PI (36) dan BA (21), ibu dan anak di Kecamatan Raman Utara selaku mucikari prostitusi online.

Keduanya ditangkap polisi karena telah menjual kesucian Mawar (16), Melati (16), dan Lily (15), bukan nama sebenarnya kepada laki-laki penikmat layanan prostitusi.

Menurut Mariah, karena tindak pidana tersebut korbannya adalah anak, maka laki-laki yang terlibat dalam perbuatan cabul terhadap anak juga harus ditangkap dan dijadikan tersangka. “Polisi harus mendalami perkara ini, jangan hanya berhenti terhadap mucikarinya saja”, tambah Mariah.

Mariah menambahkan berdasarkan Pasal 76 D UU No.35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, setiap pihak yang melakukan persetubuhan dengan anak diancam dengan pidana minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun, serta denda 15 milyar rupiah. “Artinya jelas laki-laki yang melakukan persetubuhan dengan ketiga anak tersebut dapat dijerat pidana.

Menurut Mariah menjadi tugas polisi untuk menelusuri dari kedua tersangka laki-laki yang melakukan persetubuhan dengan ketiga anak tersebut. “Saya rasa tidak sulit ya untuk mengungkapnya, karena transaksinya secara online, jadi dapat dengan mudah ditelusuri jejak digitalnya”, tegas Mariah.

Selain itu P2TP2A juga mendesak Bupati Lamtim untuk segera membentuk satuan pendampingan perempuan dan anak ke seluruh desa di Lamtim. Menurut Mariah hal itu ditujukan untuk mengajak seluruh pihak terlibat dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di seluruh desa. “Jangan sampai prostitusi dengan memanfaatkan anak terjadi lagi”, tutupnya. (red)

About admin-hukum1926

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 86 = 90