Home / Berita / Kasus Persekusi Terhadap Anggota Banser Lamtim Terus Bergulir

Kasus Persekusi Terhadap Anggota Banser Lamtim Terus Bergulir

Sukadana, hukum1926.id – Perkara dugaan tindak pidana persekusi yang dialami oleh M. Ibnu Khohar (25 th), seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Lampung Timur (Lamtim), masih terus bergulir di Polres Lamtim. Hari ini, Sabtu (1/12/2018), penyidik Satreskrim Polres Lamtim telah memeriksa saksi-saksi yang melihat langsung kejadian perkara.

Menurut kuasa hukum pelapor, Masyhuri Abdullah, baru hari ini pihak penyidik memeriksa beberapa orang saksi. Ketua LBH Nahdlatul Ulama (NU) Lamtim ini mengatakan, setelah pihaknya membuat laporan polisi pada tanggal 16 November 2018, hari ini baru ditindaklanjuti dengan memeriksa beberapa orang saksi.

“Mungkin karena banyak perkara yang ditangani, dan juga beberapa waktu lalu sibuk dengan agenda pengamanan kehadiran Presiden Jokowi, maka baru hari ini dilakukan pemeriksaan saksi”, tambah Masyhuri. Dia menambahkan pihak penyidik masih akan memanggil beberapa saksi lagi untuk dimintai keterangannya.

Masyhuri berharap agar kepolisian segera menuntaskan pemeriksaan, supaya segera ditentukan apakah laporan tersebut dapat ditingkatkan ke penetapan tersangka atau tidak. “Kalau saya berharap segera diperiksa saksi-saksi untuk dapat segera ditetapkan tersangkanya”, tegas Masyhuri. “Dengan adanya penegakan hukum, diharapkan tidak ada lagi kasus main hakim sendiri, gara-gara salah paham di medsos” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ibnu Khohar, melaporkan okum FPI karena telah melakukan kekerasan dan pengancaman terhadap dirinya. Hal ini bermula dari video ceramah yang dia bagikan di akun facebook miliknya. Selain membagian video, Ibnu membuat caption dengan kata-kata “Khusus BAT is kamfret”.

Lihat : Dipersekusi, Anggota Banser NU Lamtim Laporkan Oknum Fpi

Unggahan Ibnu tersebut ternyata menimbulkan ketersinggungan oknum FPI Lamtim. Dia beranggapan status tersebut telah menghina organisasinya. Lantas dia mendatangi Ibnu di rumahnya tengah malam bersama beberapa rekannya sehingga terjadi persekusi terhadap Ibnu. (red)

About admin-hukum1926

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

77 + = 81