Home / Artikel / Yusril Ihza Mahendra Harus Mundur Sebagai Kuasa HTI

Yusril Ihza Mahendra Harus Mundur Sebagai Kuasa HTI

hukum1926.id – Prof. Yusril Ihza Mahendra menyatakan dirinya menjadi pengacara pasangan calon presiden/wakil presiden, Jokowi/Ma’ruf Amin. Yusril menyebut Erick Thohir selaku ketua Tim Kampanye Nasional, yang memintanya menjadi pengacara Jokowi-Ma’ruf Amin.

Dalam beberapa kesempatan Yusril menyatakan dirinya profesional akan membantu Jokowi-Ma’ruf Amin. Dia berkomitmen untuk menghadapi pihak-pihak yang menyerang Jokowi-Ma’ruf Amin lewat isu sara dan hoax. Dan untuk jasa hukum yang dia berikan tersebut Yusril menyatakan dirinya tidak meminta bayaran.

Sebagai seorang advokat, tentunya sah-sah saja bagi Yusril Ihza Mahendra untuk menjadi kuasa hukum siapa pun. Sepanjang ada kesepahaman dengan kliennya, dan ada alasan hukum yang dibenarkan, seorang advokat tidak diperbolehkan menolak permintaan untuk menjadi kuasa.

Meski demikian, Yusril sendiri saat ini masih tercatat sebagai kuasa hukum dari ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Sebuah ormas yang dicabut badan hukumnya oleh Menteri Hukum dan HAM, dan saat ini masih dalam proses gugatan tata usaha negara (TUN) melawan pencabutan status badan hukum tersebut.

Setelah kalah di tingkat PTUN dan juga kalah di tingkat banding di PT TUN, HTI lantas mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung pada 19 Oktober 2018 lalu. Yusril sendiri beberapa waktu lalu mengeluarkan statement akan mensomasi dan mengancam akan memproses hukum siapa pun yang menyatakan HTI sebagai organisasi terlarang. Karena menurut Yusril, putusan atas gugatannya belum berkekuatan hukum tetap (inkracht).

Tapi tentunya perlu disadari jika Jokowi saat ini adalah sebagai Presiden RI, seorang kepala pemerintahan. Dan Menkumham RI selaku pihak yang digugat HTI merupakan bawahan Jokowi. Meski pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin bukanlah sebagai pemerintah, tapi status Jokowi sebagai presiden tetaplah melekat.

Citra Jokowi sebagai orang yang berani membubarkan HTI begitu melekat. Karena di masa Jokowi lah, HTI yang dianggap sebagai ormas anti Pancasila bisa dibubarkan. Padahal sebelumnya, di era Susilo Bambang Yudhoyono, HTI begitu “nyaman” bergerak meski banyak yang menentangnya.

Tentunya akan ada perbedaan kepentingan antara Jokowi terhadap HTI dengan kepentingan Yusril selaku kuasa HTI.

Bagi seorang advokat seperti Yusril Ihza Mahendra, terdapat kode etik profesi yang wajib dijalankan selama mejalankan profesi advokatnya. Kode Etik Advokat Indonesia, yang disahkan pada tanggal 23 Mei 2002.

Di dalam Kode Etik Advokat di Bab III Hubungan dengan klien, dalam Pasal 4 huruf k dijelaskan bagi advokat yang mengurus kepentingan 2 pihak atau lebih harus mengundurkan diri jika terdapat pertentangan kepentingan antara pihak-pihak yang bersangkutan. Atau dengan kata lain terdapat konflik kepentingan antar klien (conflict of interest).

Dalam hal ini antara pemerintah /Jokowi dengan pihak HTI tentunya memiliki konflik kepentingan, terkait dengan pembubaran HTI. Jika Yusril masih menjadi kuasa HTI dan kemudian benar-benar menjadi pengacara Jokowi-Ma’ruf Amin, tentunya conflict of interest tersebut dapat timbul. Meskipun Yusril sendiri menyatakan dirinya akan profesional.

Tentunya bagi Yusril yang seorang advokat, meskipun baru diambil sumpahnya sebagai advokat tanggal 21 September 2018 yang lalu, kode etik advokat harus ditaati. Untuk menghindari adanya pertentangan kepentingan semestinya Yusril mengundurkan diri sebagai kuasa dari salah satu kliennya.

Bagi saya yang seorang advokat yang tergabung dalam Tim Pembela Jokowi serta anggota Nahdlatul Ulama yang jelas bertentangan dengan HTI, saya jelas menyarankan agar Yusril melepas statusnya sebagai kuasa HTI. Ini untuk menghindari tuduhan ketidakprofesionalan di dalam menangani perkara/klien. Atau untuk menghindari adanya pengaduan ke Dewan Kehormatan advokat atas dugaan pelanggaran kode etik advokat.

*Masyhuri Abdullah
Advokat Tim Pembela Jokowi, Ketua LBH Nahdlatul Ulama (NU) Lampung Timur

About admin-hukum1926

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 + = 25