Home / Berita / Seknas Jokowi : Vonis Tinggi Penghina Jokowi Untuk Efek Jera

Seknas Jokowi : Vonis Tinggi Penghina Jokowi Untuk Efek Jera

hukum1926.id – Seknas Jokowi Lampung berharap majelis hakim yang mengadili perkara penghina Presiden Jokowi memberikan vonis sesuai tuntutan jaksa. Hal ini disampaikan Masyhuri Abdullah, bidang hukum Seknas Jokowi Lampung, Jum’at (16/10), menanggapi sidang pembacaan tuntutan terhadap terdakwa Romi Erwin Saputra.

Menurut Masyhuri, hukuman yang tinggi diharapkan dapat menimbulkan efek jera, agar ujaran kebencian lewat medsos (media sosial) bisa berkurang. Masyhuri mengatakan di masa kampanye pemilihan legislatif dan presiden, ujaran kebencian dan berita bohong di medsos berpotensi meningkat.

Di dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tanjung Karang, Kamis (15/11), Jaksa penuntut umum, Agus Priambodo (JPU) dari Kejati Lampung, menuntut terdakwa dihukum penjara selama 2 tahun 6 bulan dan denda Rp 1 miliar subsider 3 bulan penjara.

Dalam tuntutannya JPU menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 45A ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Romi (22 tahun), warga Panjang Utara Kecamatan Panjang, Bandar Lampung, diadili karena mengunggah foto dan kata-kata yang menghina Presiden Joko Widodo. Di dalam postingannya, Romi menuliskan “Punya Presiden kaya anjing, Kowi anjing cuma mementingkan daerah Jakarta aja, coba pintingin nih orang Lampung biar gk pada tolol semua…”.

Status yang disertai foto Jokowi itu diposting Romi di grup facebook jual beli HP di wilayah Lampung tanggal 21 Juli 2018. Akun facebook yang dipergunakan Romi adalah akun miliknya yang didaftarkan dengan email: romi_comunittyost@yahoo.co.id milik terdakwa.

Ketua Majelis Hakim yang memimpin persidangan, Syamsudin, menunda sidang untuk memberikan kesempatan kepada Penasehat Hukum terdakwa menyampaikan pembelaan (pledoi). Sidang dengan agenda pledoi dijadwalkan dilakukan tanggal 22 November 2018. (red)

About admin-hukum1926

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

76 − = 69