Home / Berita / Polemik Pembakaran Bendera Bertuliskan Kalimat Tauhid Sepakat Diakhiri

Polemik Pembakaran Bendera Bertuliskan Kalimat Tauhid Sepakat Diakhiri

hukum1926.id – Ormas-ormas Islam dan pemerintah sepakat untuk tidak memperpanjang polemik terkait pembakaran bendera dalam peringatan hari santri di Garur, 22 Oktober lalu. Peristiwa pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang memicu polemik dan bahkan demo massa. Pembakaran bendera dengan yang bertuliskan kalimat tauhid tersebut dianggap sebagian kalangan telah menghina Islam.

Kesepakatan ini menjadi kesimpulan dalam pertemuan sejumlah ormas Islam dengan Menko Polhukkam, Wiranto, di kantor Menko Polhukkam, Jum’at (9/11/2018). Ormas yang hadir antara lain Nahdlatul Ulama (NU), Persatuan Islam (Persis), Muhammadiyah, GNPF Ulama, Presidium Alumni 212, dan juga hadir dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Turut hadir Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin.

Menurut Wiranto, pihak yang membakar dan membawa bendera juga sudah divonis hukuman penjara dalam persidangan, sehingga tidak ada faedahnya lagi memperpanjang polemik. Dari proses hukum juga terbukti yang dibakar adalah bendera HTI, ormas yang sudah dilarang.

Dalam pertemuan tersebut juga disepakati agar seluruh pihak dapat menahan diri dan tidak mengulangi lagi kejadian pembakaran bendera tersebut. Hal ini untuk menghindari adanya pihak-pihak yang menunggangi, yang menginginkan adanya kekacauan di Indonesia. (red)

About admin-hukum1926

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

53 − 51 =