Home / Berita / Pemerintah Harus Pastikan Asuransi Bagi Korban Lion Air JT 610

Pemerintah Harus Pastikan Asuransi Bagi Korban Lion Air JT 610

Hukum1926.id – Kecelakan pesawat udara Maskapai Lion Air JT 610 dengan rute penerbangan Jakarta-Pangkal Pinang, Senin (29/10/2018), tentunya menimbulkan kesedihan bagi keluarga korban. Meski proses pencarian belum usai, dan belum semua korban ditemukan, diperkirakan kecil kemungkinan ada penumpang yang selamat akibat kecelakaan ini.

Bagi pihak yang menjadi korban, pemerintah sudah memastikan akan memberikan santunan. Untuk korban atau ahli waris kecelakaan maskapai pesawat komersil akan mendapatkan santunan yang bersumber dari asuransi jasa raharja dan ganti rugi yang menjadi tanggungan pihak maskapai. Pasal 141 Undang-undang No.1 Tahun 2009 mengatur kewajiban maskapai atas kerugian penumpang yang meninggal dunia, cacat tetap, atau luka-luka, akibat kejadian angkutan udara di dalam pesawat dan/atau naik turun pesawat udara.

Besaran santunan yang bersumber dari asuransi jasa raharja/pemerintah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor:15/PMK.10/2017. Untuk korban meninggal dunia dan mengalami cacat tetap mendapatkan santunan sebesar Rp 50 juta. Sedangkan bagi korban yang menjalani perawatan mendapatkan santunan maksimal 25 juta rupiah.

Sementara rincian mengenai ganti rugi yang ditanggung maskapai diatur melalui Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara. Pasal 3 Permenhub No.77 Tahun 2011 menetapkan rincian ganti rugi yang diberikan kepada penumpang. http://hukum1926.id/2018/10/permenhub-no-77-tahun-2011-tentang-tanggung-jawab-pengangkut-udara/

Untuk korban meninggal dunia atau menderita cacat tetap total akibat kecelakaan pesawat diberikan ganti rugi sebesar Rp 1.250.000.000 (satu milyar dua ratus lima puluh juta rupiah). Sementara untuk yang mengalami luka-luka dan menjalani perawatan akan mendapatkan ganti rugi maksimal Rp 200.000.000 (dua ratus juta rupiah). Sedangkan untuk korban yang mengalami cacat tetap sebagian, nilai ganti ruginya bervariasi tergantung jenis cacat yang dialaminya.

Ganti rugi bagi penumpang yang ditanggung maskapai ini bersumber dari pihak perusahaan asuransi yang bekerjasama dengan maskapai. Menjadi tanggung jawab pemerintah nantinya untuk memastikan agar seluruh korban atau ahli waris kecelakaan Lion Air JT 610 mendapatkan ganti rugi tersebut. Jangan sampai pihak korban dipersulit atau pihak maskapai/perusahaan asuransi lari dari tanggung jawabnya. (red)

About admin-hukum1926

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

49 − 45 =